Book: 7 Seeds

Pasti pada bingung ini buku apa, karena ini adalah buku komik karangan Yumi Tamura. Kenapa saya suka komik ini, karena komik ini bercerita tentang bumi yang mengalami evolusi yang kedua seperti jaman es dahulu. Bedanya kalau jaman es sebelumnya yang punah dinosaurus, jaman es yang kedua ini yang akan punah adalah manusia.

Ceritanya berlatarbelakang di Jepang, dan menceritakan langkah-langkah yang dilakukan pemerintahan Jepang setelah mereka mengetahui bahwa akan ada meteor besar menabrak bumi, yang menyebabkan jaman es kedua kalinya.

Ada banyak karakter utama dalam komik yang sampai sekarang masih ongoing ini (versi Bahasa Inggris online sudah sampai di buku 30 chapter 153). Karakter-karakter utamanya adalah anak muda Jepang yang terpilih dari Project 7 Seeds. Project 7 Seeds adalah proyek mengirim 7 anak muda dalam 1 tim (dimana ada 5 tim yaitu tim musim panas A, tim musim panas B, tim musim gugur, tim musim dingin, dan tim musim semi) yang ditidurkan, dan akan bangun pada saat kondisi bumi sudah layak ditinggali setelah terjadi tabrakan meteor. Komik ini menggambarkan perjuangan dan petualangan individu di masing-masing tim setelah meraka bangun dan mendapati bumi sudah berbeda.

Tim favoritku adalah tim musim panas B, karena mereka kocak. Dan cerita yang paling mengharukan adalah cerita dari tim musim dingin.

Advertisements

Manchester…here we comes

imageIni sudah ketiga kalinya saya ke salah satu kota industri di UK ini. Yang ketiga ini special, disamping karena ngaterin temen yang datang dari jauh (untuk memudahkan, sebutlah dia C), juga ini pertama kali ke kota ini dengan naik train. Kenapa memilih naik overground alias kereta? Karena untuk menghemat waktu. Yup. Saya dan C pulang pergi London-Manchester dalam sehari. Setelah lihat di http://www.trainline.com ternyata kereta ke Manchester berangkat dari Euston dengan operator Virgin train. Lumayan mahal sie harganya, waktu itu kami memilih beli langsung di loket dengan harga £81.40. Pagi-pagi (kami keluar rumah jam 07.30) kami langsung ke Euston dan membeli tiket dan naik kereta yang jam 08.30. Ternyata kami masih sempat sarapan, jadilah C memuaskan hobinya jajan roti dan kopi.

Setelah kereta datang, kamipun langsung bergegas menuju platform. Sesampai di kereta, C langsung mencari wi-fi tapi ternyata Virgin train menyediakan paket berbayar wifi (ga gratis). Akhirnya selama kurang lebih 2 jam perjalanan kami lanjutkan mimpi tadi pagi. Kereta ini termasuk cepat, karena hanya berhenti di beberapa station saja. Note: beli tiket kereta london-manchester return akan lebih murah bila dibeli jauh2 hari sebelumnya, kursi juga bisa direseved sewaktu pesan secara online, apabila ingin ada koneksi listrik pilihlah yang 4 tempat duduk.
Setelah sampai Manchester Piccadily, tujuan pertama kami adalah Old Trafford. Kami memilih naik tram. Berikut adalah peta tram Kota Manchester.
imageBanyak pilihan tiket yang bisa dibeli, mulai dari single tiket atau all day pass, akhirnya kami membeli tiket all day tram pass. Kami menggunakan tram A yang menuju Altrincham dan turun di Old Trafford. Ada pilihan lain yaitu naik bus dan taksi, dua alternatif ini ada di sekitar Piccadily Station.

Di kesempatan lain aku ikut Old Trafford stadium tour. Terus terang ini satu-satunya tour stadium yang kuikuti, detail reservasi tiket dan harga bisa dilihat disini. Hal-hal yang kamu bisa dapatkan saat melakukan stadium tour, melihat ruang ganti pemain (berfoto dengan kostum mereka), melihat ruang konferensi pers, duduk/foto di kursi pemain/official. Yang paling exciting buat aku adalah di tempat pemain akan keluar lapangan. Kita juga diminta untuk berjejer dua-dua kebelakang kemudian berjalan keluar ke lapangan seperti pemain sepakbola.

Kami juga sempat ke Etihad Stadium, dengan menggunakan tram A tujuan Etihad Campus dan turun di pemberhentian terakhir.

Apabila kamu ingin sekalian ke Liverpool, akan lebih praktis dan hemat kalau kamu sekalian ke Manchester. Karena dua kota ini berdekatan, jadi kamu bisa naik bus atau train.

My British Food’s Lists

Walaupun kuliner bukan hobi paling penting saya, tapi saya tidak akan melewatkan memori makanan tradisional favorit saya selama di London. Dulu hal pertama yang terlintas di benak saya waktu akan pergi ke London jika ditanya makanan khas British adalah Fish and Chips dan English Breakfast. Banyak makanan British yang dengan terpaksa saya tidak bisa cicipi, karena kebanyakan menggunakan pork/ham/bacon/gammon/sausage/pepperoni yang merupakan olahan daging babi. Tapi tenang saja, masih banyak makanan non pork yang ga kalah enak.

Urutannya dari yang paling saya suka dan kangenin ya.

  1. Cornish pasty

cornwall pasty

Mirip dengan pastel tapi jauh lebih besar. Tradional Cornish Pasty isinya beef, wortel, bawang bombay dan kentang. Untuk ukuran saya, makan satu sudah cukup kenyang sebagai sarapan. Rasa favorit saya Traditional Cornish Pasty (meatnya beef) dan Chicken and Mushroom Pasty. Saya suka membeli di West Cornwall Pasty & co, yang bisa dijumpai di stasiun-stasiun kereta besar di London. Harganya juga murah, kurang dari 5 pounds.

2. Sunday Roast (Roast Beef and Yorkshire Pudding)

DSC_2231

Makanan ini terdiri dari roast beef yang disajikan dengan sayuran (wortel, parsnip, kacang polong, kentang, greens) yang dipanggang juga, yorkshire pudding (seperti putih telor yang dikembangkan kemudian dipanggang, karena pas dimakan tidak bikin kenyang) dan dituangin saus dari beef. Roast beef yang paling berkesan adalah saat saya makan di Cuckmere Inn Seven Sisters. Restaurant/Pub hanya menyediakan Sunday roast sebagai lunch menu pada hari minggu. Jadi jangan harap menemukan sunday roast di hari Senin! Tapi kamu bisa makan ini dengan nama roast beef (tanpa yorkshire pudding) di menu restaurant/Pub pada hari biasa.

3. Scones

scones

Scones ini sejenis roti yang agak bantat, dimakan sebagai teman minum teh di sore hari (afternoon tea in British way). Biasanya dimakan dengan menggunakan clotted cream dan selai (yang tradisional memakai selai strawberry). Clotted cream favorit saya adalah Rodda’s Fresh Clotted Cream. Scones bisa dibeli di hampir restaurant/pub/cakeshop, bahkan di supermarket seperti M&S, Tesco juga dijual. Jika ingin membeli untuk oleh-oleh yang enak di Mark&Spencer.

4. Salt beef

salt beef

Salt beef biasanya berbentuk tangkupan roti (kita bisa pilih pakai toast atau bagel). Jadi beneran cuma roti trus ditambah salt beef lalu ditutup roti lagi. Biasanya dimakan dengan saus tomat dan mustard (saya tidak terlalu suka saus ini), dan pickles (acar timun). Favorit saya adalah beef dan tongue (lidah-karena teksturnya lebih lembut).

5. Fish and Chips

fish and chips

Ga usah ditanya kalau makanan satu ini ya, namanya sesuai banget dengan apa yang disajikan. Kecuali British chips berbeda dengan french fries yang biasa kita beli disini. Chips ini seperti kentang yang dipotong panjang dan agak besar (seperti makan kentang beneran). Di Inggris mereka banyak menjualnya di stall makanan, jadi lebih buat untuk takeaway. Biasanya disajikan dengan irisan lemon, saus tomat, tartar sauce dan garam/lada di meja. Saran saya jika membeli fish and chips di Inggris, lebih enak jika di-seasoning dengan garam dan lada. Karena tepungnya berasa plain. Jenis ikan yang paling umum digunakan adalah ikan cod. Selain cod, scampi juga favorit saya jika sudah bosan dengan cod.

6. English Breakfast

full-english-breakfast.jpg

Gambar diatas adalah contoh dari full english breakfast. FYI jika beli English breakfast di Inggris, dagingnya biasanya pakai bacon, dan sausagenya ada babinya. Jadi akan lebih baik bila bertanya dulu, dan minta dibuatkan tanpa dua itu (sausage nya bisa diganti dengan vegan sausage bila disediakan). Ini adalah menu wajib breakfastnya orang British, biasanya disediakan sampai brunch. Menurut saya yang paling enak dari toppingnya adalah baked bean dan hashbrown.

7. Steak and ale pie

steak and ale pie.jpg

Saya cuma pernah sekali makan steak and ale pie. Berasa makan cornish pasty versi besarnya.

Untuk yang terakhir, ini pengalaman ga disengaja (jangan dititu).

Black Pudding

black pudding

Black pudding biasanya salah satu topping di English breakfast. Saya waktu itu tidak sengaja makan ini waktu sarapan pagi di salah satu penginapan di Isle of Skye. Karena bernama pudding, saya tidak berpikir macam-macam dan langsung makan. Dan ternyata rasanya enak banget, setelah makan setengah kemudian saya iseng bertanya ke pelayan ini dibuat dari apa. Ternyata black pudding ini dibikin dari pork blood, pork fat and beef suet (langsung istigfar dan ga dimakan-ya iyalah).

Tag :

#britishfood #wisatakuliner #london #uk #fishandchips #englishbreakfast #food #foodporn #kuliner #favouritefoods

Lebaran Gateway to Lisabon

Draft tentang euforia perjalanan saya ke Lisabon sudah ada sejak pulang dari sana, kurang lebih setahun yang lalu. Baru kali benar-benar ingin menyelesaikan postingan yang tertunda.

PANAS.

Itu gambaran pertama saya pertama kali. Mohon maklum karena hampir satu setengah tahun saya tinggal di daerah yang hampir sepanjang tahun irit matahari dan berangin. Tapi saya senang karena akhirnya bisa benar-benar merasakan summer.

Di kota Lisabon saya merasa seperti berada di salah satu kota di Amerika Selatan atau Mexico, bukan seperti berada di Eropa. Karena kemiripan bangunannya dengan film-film atau telenovela dari kota di Amerika sana. Apalagi saat itu musim panas, sehingga terlihat lebih gersang.

Karena kebetulan ada kenalan yang tinggal di Lisabon kami tidak menginap di hotel/hostel. Dan perjalanan saya kali ini lebih banyak menggunakan mobil, tapi karena ada tram model lama, saya sempatkan mencoba naik tram juga.

Kami juga sempat pergi ke Sintra, kompleks istana yang letaknya dekat dengan Lisabon. Kompleks istana warna warni ini terletak di Pegunungan Sintra. Karena letaknya tepat diatas bukit, parkir mobil dan drop off bus terletak di kaki bukitnya. Tenang saja, buat kalian yang tidak biasa mendaki bukit, ada bus yang beroperasi dari tempat parkir – gerbang masuk istana.

Setelah selesai di Sintra, kami pergi ke Cabo de Roca. Ujung paling barat dari daratan Eropa ini merupakan bagian dari Taman Nasional. Karena menghadap lautan Atlantik, selalu siap dengan perubahan cuaca. Waktu itu kami datang sore hari waktu pertengahan musim panas, dan bebrapa saat setelah tiba disana mendadak ada kabut yang cukup tebal menutup pandangan.

Di bagian kota Lisabon tempat saya tinggal, tidak banyak hal yang menarik, kecuali Ajuda National Palace. Menurut saya, kota tua di Lisabon sangat menarik, gang-gang kecil dan mendaki banyak dijumpai disini.

DSCF0519

Sempat mencoba salah satu makanan favorit disana, Sardines (ikan bakar lebih tepatnya), karena saya penggemar ikan jadi tetap jadi favorit saya.

DSCF0436.JPG

Disini saya tidak bisa rinci menjelaskan harga dan itinary perjalanan, karena saya sendiri sudah lupa (maafkan), tapi mengunjungi Lisabon merupakan pengalaman tersendiri yang menarik. Karena saya bisa melihat sisi lain dari benua Eropa, yang dalam bayangan saya modern.

DSCF0537.JPG

Its just like a dream comes true, when I capture this view.

 

Tag :

#lisbon #portugal #cobaderoca #sardines #travelling #eurotrip

Netherland, My First Dream

dsc_1438

Hal pertama yang aku ingat tentang luar negeri adalah Belanda. Terutama sepatu kayu atau Klompen. Aku ingat pernah melihat tayangan tentang sepatu kayu itu di TV, sehingga ada sedikit tekat untuk pergi ke negeri asalnya.

Saat itu kebetulan aku sedang tinggal di London, jadi banyak alternatif transportasi dari London ke Belanda. Bisa naik pesawat, kereta api (Eurostar-tapi transit di Brussel), atau bus (dengan menggunakan ferry untuk menyebrang). Karena perencanaan yang mendadak akhirnya pilihan aku jatuh di bus, karena harganya masih terjangkau (murah-red). Bus merupakan transportasi yang murah di Europa, dan setiap kota terhubung dengan bus. Pilihan kota tujuan di Belanda juga banyak, bisa ke Amsterdam, Den Haag, dan dan kota lainnya.

Aku berangkat dari Victoria coach station pukul 7 malam dengan menggunakan Eurolines. Dengan menyeberang di Dover menggunakan ferry. Pada saat di ferry para penumpang bus diminta untuk keluar bus dan naik ke deck kapal. Aku pernah naik kapal penyebrangan Merak-Bakaheuni, dan diatas kapalnya hanya ada bangku dan matras tidur. Tapi di kapal ferry ini, terdapat mini bioskop, game arcade, restaurants, atau bangku-bangku panjang untuk duduk. Waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang kurang lebih 2 jam.

Pasti kalian bertanya bagaimana pengecekan visa dan paspor di border antar negara? Kebetulan karena Inggris tidak termasuk ke visa schengen, maka ada pengecekan visa dan paspor di Calais Prancis (ferry yang kami tumpangi adalah ferry rute Dover-Calais). Semua penumpang diminta turun di gedung imigrasi dekat pelabuhan penyebrangan. Dan kami antri untuk pengecekan, setelah selesai kami semua naik kembali ke bus. Kalau dari Prancis sampai Belanda tidak ada pengecekan visa/paspor, walaupun kami melewati Belgia juga, karena ketiga negara tersebut termasuk negara dengan visa schengen.

Kota tujuan aku adalah Den Haag, karena kebetulan ada teman yang tinggal disana. Kebanyakan wisatawan akan tinggal di Amsterdam karena lebih ramai. Tapi Schipol-Den Haag bisa ditempuh kurang lebih 30 menit dengan mobil. Dan karena kami menyewa mobil sendiri, aku tidak bisa memberi info banyak mengenai transportasi di Belanda.

Hal pertama yang aku rasakan di Den Haag adalah kota yang tenang. Mayoritas warganya menggunakan sepeda, meskipun ada tram juga.  Kalau kamu sudah terbiasa tinggal di kota yang besar dan banyak orang, maka akan senang sekali datang ke Den Haag. Apalagi kota ini juga mempunyai pantai, jadi menurut aku lengkap lah di Den Haag.

dsc_1730
Salah satu sudut kota Den Haag

Spot turis pertama saya di Belanda adalah ke Zaanse schans. Ini merupakan satu area kampung dengan rumah unik Belanda dan kincir anginnya. Sekarang rumah-rumah itu berisi toko-toko souvenir dan kerajinan tangan.

dsc_1381

Satu hal yang sangat turis Indonesia banget, jangan lupa berfoto ala wanita Belanda di Volendam. Ada salah satu toko (saya lupa namanya, letaknya agak diujung) yang dietalasenya memajang foto-foto pejabat dan artis Indonesia memakai baju khas Belanda, jadi kalian tidak bingung memilih toko mana yang enak untuk berfoto. Juru foto dan pelayan di toko ini sabar dan telaten dalam mengarahkan gaya, mereka juga memperbolehkan kita foto menggunakan HP.

Keukenhof sudah pasti menjadi tujuan utama saya pergi ke Belanda, karena pas dengan waktu mekarnya bunga tulip. Taman bunga ini luas dan bagus-bagus bunganya. Saya penggemar bunga, jadi saya puas pergi kesana. Selain bunga tulip dengan berbagai warna dan jenis, kamu juga bisa menikmati jenis bunga yang lain. Jika hujan pun tidak masalah, karena kebanyakan bunga yang cantik-cantik berada di rumah-rumah kaca besar di dalam taman.

Saat di Belanda kami tidak sempat mencoba makanan khas Belanda, karena kami berburu makanan Indonesia. Yup, di Amsterdam atau Den Haag banyak terdapat restaurant Indonesia. Bahkan di Belanda ada prabrik tempe segar, yang sering kami beli melalui jasa titip. Satu jajanan pinggir jalan yang kami beli, frites atau yang biasa kita kenal dengan french fries. Frites ini lebih mirip ke chips di British.

Seperti yang saya baca di salah satu twitter yang saya follow. “From a complete stranger, then became friends, and then close friend. When problems came, became stranger again but with memories”.

Hari ini tiba-tiba saja ingin berkunjung ke blog temen-temenku. And yes, i miss them very much.

Sudah lama ga buka blog sendiri. Beruntung masih ingat account sama passwordnya. Pengen cerita-cerita tempat tinggal ‘baru’ yang baru 2 bulan aku jalani. Tapi sepertinya saya masih belum nemu kesenangan bercerita #lagi.

Tapi seneng euy bisa membaca blog mu ai (sorry ya ai sebut merk) 😀

Hope meet you, soon :*

New Place…Yeaaa

Sebenarnya bukan yang pertama saya pindah tempat kerja, tapi ini pertama kalinya harus berpisah dengan teman-teman sebidang setelah 3 tahun. Sedih pastinya, karena 3 tahun bukan waktu yang sebentar. Sudah merasakan kenyamanan dan kompak dengan teman sebagian. Sudah terbiasa dengan ritme kerjanya, terbiasa dengan celotehan #ups dan hal-hal lucu dengan rekan seruangan.

Well…welcome to my new place. Its nice here. Banyak teman sebaya. Banyak senior. Banyak yunior. Semua hal ada positif dan ada negatif kan? Kali ini saya pindah ke bagian yang konon menjadi core pekerjaan saya, IT. Dengan menyandang ijazah terakhir saya diterima atasan dengan tangan terbuka, untuk mengimplementasikan ilmu kuliah. Yah, kalau boleh jujur sie pak, saya sudah banyak yang lupa pelajaran kuliah. 😀
Sebagai orang baru harus selalu siap dengan segala hal yang baru dan berbeda 🙂 Let’s enjoy here.

Saya bersyukur bisa ‘moving on’, karena saya mungkin sudah saturasi di tempat yang lama. Terlepas dari sudah dekat dengan teman-teman seruangan. Well that’s make me a litle sad actually. I miss them 😛

Perlu banyak penyesuaian dengan irama kerja di kantor baru. Dan perlu waktu untuk pembuat keputusan untuk mempercayai pegawai barunya.

Semangat Intan 🙂

Thesisku sayang Thesisku Malang

Gak berasa sudah 3 semester saia kuliah di kampus kuning. Semester ketiga alias terakhir kemaren dipenuhi horor dalam hidup berkampus saia.

Terus terang saia hanya mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah, dengan syarat lulus dalam 3 semester. Apabila lebih dari 3 semester, maka biaya kuliah ditanggung sendiri.

Sebenernya kuliahnya sie menyenangkan, tapi jumlah uang SPP kuliahnya yang bikin horor, 14 JUTA boooo…uang siapa mau buat bayar.

Saia mempunyai track record jelek dengan hal-hal yang berakhiran ‘akhir’ #bukan akhir temen saia ya 😉 mulai dari ‘proyek akhir’ dan ‘tugas akhir’ saia selalu tertinggal dari teman saia yang lain. Saia sedikit parno.

Apalagi dengan bekal kenekatan yang bener-bener nekat, saia mengambil karya akhir yang berhubungan dengan pemodelan. Jadi mau ga mau saya harus bikin model aplikasinya. Meskipun ga harus coding, karena banyak aplikasi untuk bikin model saja yang tinggal klik and drag.

Mulai awal Oktober saia niatkan ‘bismillah’, saia mulai menyebar quisioner (agak telat ya).

Dan akhir Nopember baru mulai ngitung (#huaa telat banget dari jadwal semula), saia sudah mulai panik dan ga pede.

But show must go on. Saiapun mengerjakan apa yang saia bisa semampu saia, karena waktu itu saia juga masih bekerja.

Karena akhir tahun merupakan saat-saat tersibuk penghabisan anggaran dan membuat laporan-laporan, saia pun ikut membantu teman-teman seruangan yang punya seabreg kerjaan.

Untuk karya akhir kali ini saia bisa dikatakan beruntung, karena ada 2 orang kenalan saia mempunyai topik yang sama dan pembimbing yang sama. Walaupun hal ini bisa menjadi boomerang buat saia juga sie.

Namun paling engga buat saia ada tempat bertanya selain dosen bila proses karya akhir saia stuck alias mandeg. Dan stuck ini terjadi berkali-kali, karena banyaknya contoh studi kasus namun tidak ada kebenaran versinya.

Yang paling bikin deg-degan, saat-saat terakhir ternyata dosen pembimbing tidak menyetujui cara perhitungan hasil quisioner kami (bertiga pake metode yang sama #red). Alhasil kami bolak-balik ke Depok bertemu dosen tercinta. Alhamdulillah akhirnya dosen luluh juga melihat kegigihan kami, lebih banyak kasiannya juga kali ya.

Whatever, i’ve finished it. Dan saat menghadapi sidangpun tak kalah menakutkannya.

Kami bertiga mendapat jadwal berurutan #damn. Dengan dosen penguji yang sama #doubeldamn. Dan saia mendapat giliran kedua.

Alhamdulillah lancar, walaupun beberapa pertanyaan saya miss. Tapi dengan dinyatakan lulus saja saia sudah sangat bersyukur.

Yeaa akhirnya saia lulus tepat waktu. Saia senang sekali.

Ini nih bukti kalo saia dah lulus dan diwisuda 😛