Posted in DuniaQu

Lebaran Tahun ini

Tahun 2016 adalah tahun keduaku di negaranya Queen Elizabeth II. Seperti tahun-tahun sebelumnya Lebaran adalah momen maaf-memaafkan setelah sebulan penuh menjalankan puasa.

Lebaran tahun kemarin dan tahun ini berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Lebaran yang kuingat dari aku kecil sampai tahun 2014 adalah perasaan gembira setelah sebulan penuh puasa dan sholat taraweh. Diawali dengan bangun pagi-pagi, memakai baju baru, dan berangkat ke kantor desa (pelaksanaan sholat Idul Fitri) maksimal jam 6 pagi, karena jam setenga 7 sholat dimulai. Setelah sholat beberapa penduduk akan buru-buru pulang meskipun khatib masih ceramah, karena ingin segera ke rumah sanak saudara.

Setelah selesai sholat, kami sekeluarga akan saling sungkem dengan bapak ibu, dilanjut silahturahmi ke tempat pakde Slamet (sebelah kiri rumah) dan budhe (belakang rumah). Setelah itu kami sekeluarga akan pergi ke rumah nenek dan kakek di Ngawi, dan silahturahmi dengan keluarga Ngawi.

Namun 2 tahun lebaran ini aku hanya bisa sungkem lewat video dan suara dengan keluarga karena penugasan dari kantor. Lebaran di perwakilan artinya aku menjadi pihak yang menyelenggarakan sholat dan halal bihalal warga Indonesia di negara setempat. Seperti tahun sebelumnya, aku kebagian tugas membantu tim konsumsi membagikan makanan ke masyarakat.

Hal yang berbeda dari tahun kemaren, tahun ini hari lebaranku dimulai dengan kemungkinan aku tidak bisa sholat Idul Fitri yang dilaksanakan di Wisma Dubes, karena aku kelupaan tidak memesan taksi semalam sebelumnya. Akhirnya aku harus menunggu taksi 30 menit setelah aku booking. Di dalam taksi sudah sangat pasrah tidak ikut sholat, karena ini pertama kalinya (selain bila berhalangan) aku tidak ikut sholat Idul Fitri. Deg-degan, karena sempat berpikir Sholat adalah gong-nya puasa. Alhamdulillah ternyata sholat mundur 30 menit (seharusnya dimulai jam 9) dan akupun masih bisa ikut sholat.

Setelah sholat dilanjutkan dengan acara halal bihalal dengan warga dan pembagian makanan (lontong sayur dan lauknya). Tahun ini kebagian tugas menjaga es buah dan buah-buahan. Lumayan lebih enteng dan lebih tertib.

SURPRISE! Ternyata setelah acara halal-bihalal ada wawancara Rio Hariyanto dengan media. Jadilah semua yang hadir heboh untuk berfoto bersama termasuk saya.

Foto of the year 🙌

Satu lagi hal berbeda lebaran disini dengan di tanah air, yaitu Open House. Disini karena jauh dari keluarga, beberapa masyarakat akan mengadakan open house di rumah mereka. Salah satu favorit saya adalah Open House di rumah bu Dewi. Karena makanan yang disajikan enak, terutama sop buntutnya. I will miss it so much when iam back to Indonesia.

Open house di rumah bu Dewi

Apabila diberi kesimpulan, lebaran tahun ini saya makan 3 kali sehari di tempat yang berbeda.

  1. Makan pagi di Wisma Nusantara, dengan menu lontong sayur, balado telur dan rendang.
  2. Makan siang di rumah salah satu kolega kantor, dengan menu andalan tekwan, pempek dan kripik bawang asli dibawa dari Indonesia.
  3. Makan malam di rumah bu Dewi, dengan menu andalan sop buntut, gudeg jogja lengkap, sate padang

 

 

Seperti yang saya baca di salah satu twitter yang saya follow. “From a complete stranger, then became friends, and then close friend. When problems came, became stranger again but with memories”.

Posted in DuniaQu

Hari ini tiba-tiba saja ingin berkunjung ke blog temen-temenku. And yes, i miss them very much.

Sudah lama ga buka blog sendiri. Beruntung masih ingat account sama passwordnya. Pengen cerita-cerita tempat tinggal ‘baru’ yang baru 2 bulan aku jalani. Tapi sepertinya saya masih belum nemu kesenangan bercerita #lagi.

Tapi seneng euy bisa membaca blog mu ai (sorry ya ai sebut merk) 😀

Hope meet you, soon :*

Posted in DuniaQu

New Place…Yeaaa

Sebenarnya bukan yang pertama saya pindah tempat kerja, tapi ini pertama kalinya harus berpisah dengan teman-teman sebidang setelah 3 tahun. Sedih pastinya, karena 3 tahun bukan waktu yang sebentar. Sudah merasakan kenyamanan dan kompak dengan teman sebagian. Sudah terbiasa dengan ritme kerjanya, terbiasa dengan celotehan #ups dan hal-hal lucu dengan rekan seruangan.

Well…welcome to my new place. Its nice here. Banyak teman sebaya. Banyak senior. Banyak yunior. Semua hal ada positif dan ada negatif kan? Kali ini saya pindah ke bagian yang konon menjadi core pekerjaan saya, IT. Dengan menyandang ijazah terakhir saya diterima atasan dengan tangan terbuka, untuk mengimplementasikan ilmu kuliah. Yah, kalau boleh jujur sie pak, saya sudah banyak yang lupa pelajaran kuliah. 😀
Sebagai orang baru harus selalu siap dengan segala hal yang baru dan berbeda 🙂 Let’s enjoy here.

Saya bersyukur bisa ‘moving on’, karena saya mungkin sudah saturasi di tempat yang lama. Terlepas dari sudah dekat dengan teman-teman seruangan. Well that’s make me a litle sad actually. I miss them 😛

Perlu banyak penyesuaian dengan irama kerja di kantor baru. Dan perlu waktu untuk pembuat keputusan untuk mempercayai pegawai barunya.

Semangat Intan 🙂

Posted in DuniaQu

Thesisku sayang Thesisku Malang

Gak berasa sudah 3 semester saia kuliah di kampus kuning. Semester ketiga alias terakhir kemaren dipenuhi horor dalam hidup berkampus saia.

Terus terang saia hanya mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah, dengan syarat lulus dalam 3 semester. Apabila lebih dari 3 semester, maka biaya kuliah ditanggung sendiri.

Sebenernya kuliahnya sie menyenangkan, tapi jumlah uang SPP kuliahnya yang bikin horor, 14 JUTA boooo…uang siapa mau buat bayar.

Saia mempunyai track record jelek dengan hal-hal yang berakhiran ‘akhir’ #bukan akhir temen saia ya 😉 mulai dari ‘proyek akhir’ dan ‘tugas akhir’ saia selalu tertinggal dari teman saia yang lain. Saia sedikit parno.

Apalagi dengan bekal kenekatan yang bener-bener nekat, saia mengambil karya akhir yang berhubungan dengan pemodelan. Jadi mau ga mau saya harus bikin model aplikasinya. Meskipun ga harus coding, karena banyak aplikasi untuk bikin model saja yang tinggal klik and drag.

Mulai awal Oktober saia niatkan ‘bismillah’, saia mulai menyebar quisioner (agak telat ya).

Dan akhir Nopember baru mulai ngitung (#huaa telat banget dari jadwal semula), saia sudah mulai panik dan ga pede.

But show must go on. Saiapun mengerjakan apa yang saia bisa semampu saia, karena waktu itu saia juga masih bekerja.

Karena akhir tahun merupakan saat-saat tersibuk penghabisan anggaran dan membuat laporan-laporan, saia pun ikut membantu teman-teman seruangan yang punya seabreg kerjaan.

Untuk karya akhir kali ini saia bisa dikatakan beruntung, karena ada 2 orang kenalan saia mempunyai topik yang sama dan pembimbing yang sama. Walaupun hal ini bisa menjadi boomerang buat saia juga sie.

Namun paling engga buat saia ada tempat bertanya selain dosen bila proses karya akhir saia stuck alias mandeg. Dan stuck ini terjadi berkali-kali, karena banyaknya contoh studi kasus namun tidak ada kebenaran versinya.

Yang paling bikin deg-degan, saat-saat terakhir ternyata dosen pembimbing tidak menyetujui cara perhitungan hasil quisioner kami (bertiga pake metode yang sama #red). Alhasil kami bolak-balik ke Depok bertemu dosen tercinta. Alhamdulillah akhirnya dosen luluh juga melihat kegigihan kami, lebih banyak kasiannya juga kali ya.

Whatever, i’ve finished it. Dan saat menghadapi sidangpun tak kalah menakutkannya.

Kami bertiga mendapat jadwal berurutan #damn. Dengan dosen penguji yang sama #doubeldamn. Dan saia mendapat giliran kedua.

Alhamdulillah lancar, walaupun beberapa pertanyaan saya miss. Tapi dengan dinyatakan lulus saja saia sudah sangat bersyukur.

Yeaa akhirnya saia lulus tepat waktu. Saia senang sekali.

Ini nih bukti kalo saia dah lulus dan diwisuda 😛

Saat hatimu pengen teriak

Namun mulutmu tetap saja bungkam

Saat isi kepala berkata “Cukup”

Namun tubuh ini tak kuasa untuk menolak

Hanya rasa perih dan airmata yang sanggup berkata

Aku ingin itu,

Tapi ternyata Tuhan memberi yang ini

Aku ingin kamu,

Tapi Tuhan malah mendekatkan dia

Dimana keikhlasan disaat aku membutuhkannya

Dimana rasa syukur saat aku harus memilikinya